Salah satu amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah an-nahdliyah adalah ziarah kubur ke makam orang tua, para sesepuh, kiai, ulama dan para wali, amaliyah tersebut terus dijaga oleh Nahdliyin dan diamalkan hingga saat ini.
Berbagai cara dilakukan agar amaliyah yang mengandung nilai-nilai ibadah dan penghargaan terhadap jasa para pendahulu tersebut terjaga dan terus diamalkan oleh generasi penerus, diantaranya dengan mengajak para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an ziarah ke makam para ulama.
Seperti yang dilakukan Taman
Pendidikan Qur’an (TPQ) Al Fatah Ngronggah Desa Sempu Kunduran Blora,yang
mengajak santrinya ziarah ke makam para ulama dan waliyullah yang ada di
Kabupaten Blora dan Rembang, ziarah tersebut dilaksanakan setelah ulangan akhir
sanah atau menjelang Pengajian Haflah akhir sanah, Minggu (25/2).
Rombongan start dari halaman TPQ Al Fatah tepat pukul 06.00 WIB dengan tujuan awal makbarah Syekh Abdur Rakhim (Sunan Pojok) yang berada di sebelah alun-alun Kabupaten Blora, kemudian dilanjutkan ke makbaroh Syeh Abdul qohhar (Sunan Ngampel) yang berada di Desa Ngampel Kabupaten Blora yang terletak di bagian utara.
itu dilanjutkan ke lokasi ke 3 yaitu Makbarah R.A Kartini Djojo Adiningrat yang berada di Desa Bulu Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, Ketua rombongan, Ustadzah Mufidah, Senin (26/2) menjelaskan, lembaga pendidikan non formal Al-Qur’an keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena selain mendalami bidang agama, lebih spesifik membidangi belajar membaca, memahami isi kandungan Al-Qur’an sebagai landasan sumber hukum Islam dalam menjalani kehidupan baik di dunia maupun kelak di akhirat, TPQ juga mengajarkan aqidah, tata cara ibadah, akhlak dan menanamkan amaliyah Aswaja sejak dini.
“Penanaman amaliyah Aswaja an-nahdliyah sejak dini sangat diperlukan untuk memperkuat khazanah bathiniyah para santri TPQ, diantaranya dengan ziarah ke makam para ulama dan waliyullah, karena saat ini berkembang kelompok yang membid’ahkan bahkan mengharamkan tradisi ziarah kubur yang diajarkan oleh para kiai kita. Oleh karenanya anak didik perlu untuk dikenalkan dan diajarkan amaliyah ziarah kubur ini,” ungkap Mufidah.
Ditambahkan Mufidah, amaliyah Aswaja an-nahdliyah berupa ziarah ke makam para orang-orang sholeh dapat memperkuat aqidah Santri, karena mereka diajarkan tentang adanya kematian dan diberikan pemahaman tentang tauladan yang dapat dipetik dari orang-orang saleh tersebut.
“Dengan diadakannya ziarah terhadap orang-orang saleh ini, agar dapat mengingatkan terhadap kita semua akan sebuah kematian yang pasti tiba, agar para santri dapat mengenal, mengetahui jasa-jasa, perjuangan para kiai kita terdahulu yang telah begitu gigih dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menyebarkan agama Islam,” pungkas Mufidah. Selain itu, penanaman karakter dalam kedisiplinan dan ketertiban juga menjadi hal yang utama
Beberapa kegiatan untuk menunjang penanaman nilai keagamaan adalah dengan pembiasaan dzikir, membaca Asmaul Husna, ziarah dan lain sebagainya. “Semoga kami mendapatkan anak yang sholih dan sholihah, yang bisa kami bimbing bersama dengan orang tua sehingga menjadi anak-anak yang berakhlak mulia, berkarakter dan berjiwa Islami,”.
Kegiatan selanjutnya adalah santri TPQ Al Fatah diajak untuk Tadabbur Alam yakni dengan berwisata menikmati keindahan pantai Karangjahe yang berada di Desa Punjulharjo Kabupaten Rembang, para santri ada yang bermain pasir bahkan ada yang bermain di pantai Dan kegiatan berakhir sampai pukul 13.30 Wib setelah itu perjalanan pulang dan rombongan para santri tiba di TPQ kembali pukul 15.30.
Semoga Ziaroh dan wisata kali ini menambah ilmu dan wawasan bagi santri TPQ Al Fatah sehingga bias memotivasi bagi mereka untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, Pungkas Mufidah.
0 Komentar